Hukum Kriminal

Polda Jatim Berhasil Ringkus DPO Kasus Perampokan di Prapen Surabaya

PARLEMENPOS (SURABAYA) : Tersangka kasus perampokan yang terjadi di Perumahan Prapen Indah Blok F 43, Kota Surabaya yang terjadi pada Jumat (19/10/2018), berhasil diringkus.

Sebagian pelaku perampokan telah ditangkap polisi, namun ada satu tersangka yang pada waktu itu dinyatakan DPO. Yaitu Dwi Suharno alias Harno (38), pria asal Kelurahan Sruni Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo, yang berperan sebagai penghubung barang hasil perampokan kepada penadah.

Setelah lebih dari tiga bulan dalam pelarian, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim akhirnya bisa membekuk yang bersangkutan.

“Kita telah menangkap DPO yang terkait kasus Curas Prapen, jadi ada satu tersangka yang dulu kita rilis masih ada satu pelaku lagi yang belum tertangkap. Sekarang sudah kita amankan,” jelas Kasubdit Jatanras Leonard M Sinambela, Rabu (13/2/2019).

Baca juga :   Polda Jatim Berhasil Ringkus DPO Kasus Perampokan di Prapen Surabaya

Harno dalam kasus ini ditetapkan sebagai tersangka karena sengaja memberi pertolongan dengan membantu menjual barang hasil pencurian berupa mobil Toyota Kijang Innova warna hitam tahun 2016 berplat nomor L 1893 LI.

Diceritakan Leo, awal keterlibatan Harno terjadi pada hari Senin tanggal 22 Oktober 2018 lalu. Ketika itu, tersangka Anggik mendatangi rumah Harno dan bercerita bahwa dirinya baru saja mencuri mobil. Anggik meminta kepada Harno membantu menjualkan mobil tersebut.

Permintaan itu pun disanggupi Harno, dengan memperkenalkan kepada calon pembeli bernama Jazuli. Terjadilah kesepakatan jual beli yang dilakukan disebuah pergudangan Kelurahan Sruni, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo. Transaksi ini disaksikan langsung oleh Holili, Anggik dan Harno sendiri dengan harga beli Rp20 juta.

Baca juga :   Sebanyak 2.357 PNS Terlibat Kasus Korupsi, Baru 393 Dipecat

Uang pembelian oleh Jazuli dibayar melalui transfer ke rekening Harno sebanyak dua kali, masing-masing sebesar Rp10 juta. Oleh Anggik uang tersebut diambil Rp10 juta, sedangkan sisanya dibagi tiap orang Rp3 juta.

“Akhirnya Harno kita tangkap,” kata Leo.

Untuk diketahui, Kejadian perampokan berawal pada hari Jumat tanggal 19 Oktober 2018 lalu, sekira pukul 23.30 WIB. Rumah pengusaha konveksi yang berada di Jalan Prapen Indah Blok F- 43 Surabaya disatroni dua perampok yang hendak menguras isi rumah.

Rumah yang diduga kosong oleh pelaku, karena ditinggal pergi sang penghuninya, ternyata masih terdapat dua orang pekerja disana. Mereka bernama Sukanti dan Subandi.

Mendapati dua orang masih berada di dalam rumah, kedua tersangka kemudian menyekap korban. Sukanti, sang perawat masih mengenakan mukena diikat tangannya dengan kain. Pelaku juga menyekap Subandi menggunakan lakban lalu diikat dengan tali.
Dalam posisi terikat, kedua korban ditempatkan dalam sebuah kamar. Perampok itu pun mencari barang berharga pemilik rumah. Karena tidak ditemukan barang berharga, pelaku kemudian meminta kunci mobil Toyota Kijang Innova milik majikan.

Baca juga :   Oknum ASN Pemprov Jatim Diduga Terlibat Jaringan Prostitusi Online

Dengan penangkapan Harno, polisi menyebut semua pelaku sudah tertangkap. Masing masing Anggik Prasetiawan (33) warga Surabaya; Rahmad Tito Ariyanto juga warga Surabaya keduanya berperan sebagai eksekutor lalu, M Kholil (32) warga Kota Malang; Jazuli (30) warga Pasuruan dan M Holili warga Pasuruan selaku penadah. (do)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *