Hukum Kejadian Alam

Tuding Terjadi Mafia Peradilan, Ribuan Korban Kasus Sipoa Duduki Kejaksaan Jatim

PARLEMENPOS (Surabaya): Ribuan orang yang tergabung dalam Paguyupan Customer Sipoa (PCS) menduduki Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Selasa (19/2/2019) pagi. Massa secara sporadis menduduki halaman kantor yang ada di jalan Ahmad Yani tersebut.

Koordinator PCS Pieter Yuwono menyatakan kedatangan mereka ke Kejai Jatim merupakan tindak lanjut dari sebelumnya yang meminta Kejaksaan Tinggi tidak melakukan upaya banding atas vonis enam bulan yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terhadap Klemens Sukarno Candra, Budi Santoso, dan Aris Bhirawa.

“Ini adalah tindak lanjut dari kemarin, kita sudah meminta baik-baik pada Kejati Jatim agar tidak melakukan upaya banding. Tapi tidak dikabulkan, jadi kita duduki Kejati Jatim mulai hari ini,” ujar Pieter, Selasa (18/2/2019).

Baca juga :   Sidang Perdana Ahmad Dhani Berlangsung Singkat, Polisi Siapkan Water Canon

Terdakwa Sebut Jampidum Terlibat Dalam Praktek Mafia Hukum
Surat Tuntutan JPU Memuat Keterangan Palsu dan Serangkaian Kebohongan
Pieter menambahkan, pihaknya menginginkan agar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Novan Arianto bersama dengan massa untuk datang ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya guna mencabut pernyataan bandingnya. “Apabila tidak tercapai kita tidak akan pulang dari Kejati Jatim,” ujarnya.

Sebelumnya, Kajati Jatim Sunarta menyatakan upaya hukum banding tersebut ditempuh sudah sesuai Standart Operational Prosedur (SOP). Yakni, putusan yang kurang dari 2/3 dari tuntutan harus dilakukan upaya banding. “Kita bukan like and dislike, cuma SOP-nya memang kita harus banding,” ujarnya.

Namun, kata Sunarta, semua akan dia laporkan ke atasannya yakni Jaksa Agung, kalau memang petunjuk atasannya memerintahkan untuk mencabut upaya banding maka dia akan melakukan itu. “Tergantung atasan saya nanti, kalau memang ada perintah untuk mencabut ya kita cabut,” ujarnya. (do)

Baca juga :   Misteri Hing Hook, Pertapa Tiongkok Di Pantai Goa China

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *