Hukum Kesehatan Pendidikan Sosialita

Kasus Wali Murid Ditabrak Di Sekolah Berlanjut, Imelda Budianto Jadi Tersangka

PARLEMENPOS (Surabaya): Penyidik Kepolisian Sektor (Polsek) Sukomanunggal memeriksa Imelda Budianto sebagai tersangka kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban Novina alias Vivi luka berat.

Kapolsek Sukomanunggal Muljono SH MH menyatakan, Imelda ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik mengantongi sejumlah barang bukti dan juga berdasarkan keterangan enam saksi.

“Kita sudah periksa enam saksi, dua dari pihak sekolah Merlion Internasional, dua orang security dan dua orang sipil yang saat itu ada di lokasi parkir,” ujar Muljono, Rabu (20/2/2019).

Mujono menambahkan, pihaknya juga sudah menyita barang bukti berupa mobil Toyota Sienta L 1868 TC, dan rekaman CCTV yang disita dari sekolah Marlion Internasional.

Menurut Muljono, kasus ini terjadi pada 25 Januari 2019. Saat itu, dua orang ibu-ibu menjemput anaknya di sekolah Marlion Internasional. Saat berada di parkir sekolah, Vivi (pelapor/korban) yang belum dapat parkir menghalangi mobil Imelda (terlapor/tersangka).

Baca juga :   Polisi Lacak Kasus Prostitusi Artis dari Nomor WA Mucikari, Sebut Nama Vanessa dan Avriellia

“Saat pelapor sudah dapat parkiran, si terlapor ini masih emosi dan ngebel ngebel terus namun tidak dihiraukan oleh pelapor. Nah saat itulah tiba-tiba mobil terlapor ini meluncur dan menubruk pelapor hingga terlapor mengalami luka di kaki dan tangannya,” ujar Mujono.

Kuasa hukum korban, Andry Ermawan membenarkan apa yang disampaikan Kapolsek Sukomanunggal. Namun dia menambahkan saat kejadian, pelaku juga bersama suami dan anaknya. ” Yang jadi pertanyaan, kenapa suaminya membiarkan isterinya melakukan itu. Dan dengan melakukan pembiaran, isterinya bisa dikatakan tutut serta,” ujar Andry.

Andry berharap ada keadilan hukum atas kasus ini. Dan ada tindakan tegas dari pihak Polsek Sukomanunggal dengan melakukan penahanan terhadap tersangka.

Baca juga :   Anggota DPR RI Minta Polda Jatim Proses Hukum Pemakai Jasa Prostitusi Online

“Ancaman hukumannya kan lima tahun, jadi memungkinkan untuk dilakukan penahanan,” ujarnya.

Selain itu kata Andry, hal ini juga bisa dijadikan pelajaran bagi tersangka bahwa dampak dari emosinya adalah sangat fatal. Selain itu juga membahayakan orang lain.

“Untung korban ini tidak lumpuh, bayangkan saja korban ditubruk dari belakang. Selain itu juga mengakibatkan trauma pada anak korban yang melihat ibunya ditubruk di depan matanya. Makanya saya berharap agar pihak kepolisian bertindak tegas dengan menahan pelaku,” ujarnya.

Seandainya pihak Polsek Sukomanunggal tidak melakukan penahanan terhadap pelaku maka pihaknya akan melakukan upaya dengan menyurati Kapolda dan Kapolres atas dasar apa tidak dilakukan penahanan. ” Ancaman pasalnya bisa dilakukan penahanan, pelaku juga tidak kooperatif karena sudah pergi ke luar negeri waktu kasus ini di proses. Jadi alasannya apa kok tidak menahan,” tambahnya.

Baca juga :   Puluhan Ribu Video dan Foto Hot Artis Jaringan Prostitusi Online, Ditemukan Di HP Mucikari Siska

Andry menambahkan, pihak keluarga sepakat untuk tidak berdamai dengan pelaku dan menginginkan proses hukum berlanjut di pengadilan. (do)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *